Sabtu, 19 Oktober 2013

saat - saat dalam dakwah

Malam ini
Setelh sekian lama aku tak menulis akhirnya kutemukan cerita kembali
Disaat tiada yang mengusik dan menggusar pikiran kecil ini
Dan merelakan istirahatnya hari yang sungguh melelahkan
Namun dibalik semua itu, ada kepergian yang menghawatirkan
Ketika sebuah pesan singkat nasihat katanya datang ke genggamanku...

Dia berkata akan sebuah keidealisan seorang manusia
Yang berbicara sesuai dengan aapa yang ia perbuat
Tanpa basa - basi apalagi drama komedi
Yang ada hanya langsung ke sasaran tembak lalu mati ditempat
Ia berkata dengan huruf - huruf kapital seakan mempertegas penyindirannya
Yaa,,
Itulah dia
Sebuah pesan singkat yang mengawali cerita malam ini
Tiada yang menyangka memang kenapa bisa sampai pesan itu
Mungkin ada yang mengadu karena dirasa kurang sopan santun
Tapi itulah dia..
Dari sebuah nomor yang tak kukenal seakan - akan ia tahu segalanya
Masuk ke rumah orang tanpa permisi apalgi salam akrab dari tamu samping kiri

Semua berawal dari pertemuan sangat sederhana
Hanya tatap dingin saja yang memulai segalanya
Tiada disangka memang begitupun yang menulis ceritanya
Hanya sedikit berpapasan lalu kemudian senyum tanda ramah saja
Awal nya biasa saja
Semua dilewati hampir tiada pernah ada rasa curiga
Setelah kutahu semua
Kemudian kembali tak percaya
Mengenaskan jika tak sesuai harapan dan kembali dengan tangan hampa
Dan akhirnya semua pun hilang begitu saja
Dan memutuskan aliran dahaga

Lalu,,
Entah kenapa semua tampak berbeda
Ada senyum yang berbeda dan kata - kata manja
Yang diperhatikan dan memperhatikan
Timbul dan tenggelam
Dengan kata - kata kesibukan
Yang anehnya pun masih dipertahankan menunggu waktu hadirnya
Sudah berulang memberi tanda
Tapi manusia pun bicara lahiriahnya
Menyangkal?
Ahh...wajar kurasa manusia bicara cinta
Dari mata turun kehati katanya
Tapi tak ada kamus pastinya
“cinta hadir ketika sering berjumpa”
Itu arti dari pepatah jawa
Aaahhh..
Rahmana dan shinta juga cerita klasik tentang cinta
Tunggul ametung dan dewi tercantik saat itu
Ada kecemburuan yang mengawali cerita mereka
Yang dengan melakukan apa saja pun menjadi halal bagi mereka
Ada tunggul ametung yang membunuh dan lainnya memakai caranya sendiri dengan bersiasat..
Semua demi?
Kau pun tahu jawabannya
Lalu,,,,,?????????????????

Yang sampai sekarang aku tak mengerti adlah
Sejauh mana kebaikan itu menjadi hitung - hitung logika???
Kenapa bisa dia dan smpai engkau rela melebihi apa yang terjadi saat lalu???
Aaaa...
Comparison itu bhasa inggrisnya
Perbandingan bisa setara bisa berlainan
Tak lah hak manusia menilai dan menimbang
Sehebat apapun mengolah masalah pasti ada masa buntunya
Mungkin seorang habibi pun (Presiden RI setelah Soekarno) berletih - letih mengejar Ainun,, cinta musim seminya..
Ia harus berhujan - hujan,, menghadapi seruan jenderal dirumah Ainun..
Dan menghadapi pertarungan gengsi antar pemuda
Tapi lihat sekrang,, kerasnya perjuangan pun menjadi penilai besarnya cinta
Sampai sekrang bagi Beliau hanya ada satu nama teman setia
Yang ia doakan bertemu di surga
Yaa..
Perjuangan penilai besarnya cinta
Semakin besar engkau berjuang maka semakin dalam cinta yang kau rasa
Hadapilah semua dan terjang penghalang didepan
Buktikan pada semua, cinta itu memang ada
Dan akan berakhir bahagia
Meski awalnya tak masuk hitungan (ditolak maksudnya..hehehe)
Tak ada alasan untuk menyerah
Krna Tuhan juga menilai atas usaha dan komitmen dengan sejarah
Sulit???
Tidak..
Krna semua pasti ada jalan
Menuju titian yang tiada ujungnya
Bersama cinta yang semakin nyata
Dalam dan indah bersama Dakwah dan Tarbiyah

@dirga_alcantara  Rabu, 09/10/2013

it's the time

Aku lelah mengejarmu
Engkau berlari ke segala arah mata angin
Dan aku pun sulit memilih arah mana yang kutuju
Ataupun memutar separuh duniamu untuk berjumpa titik nadirmu
Atau berkeliling duniamu dan tak menemukan apa pun
Dan pulang dengan tangan terpasung
Krna tak mampu berlalu

Kukejar engkau ke utara lalu berbelok keselatan
Dan ku jumpai engkau justru berbalik ke selatan
Entah kompas apa yang kau pakai
Selerakah ataukah acuhmu yang kau andalkan
Tapi aku lelah
Bodohnya aku berlelah - lelah mengejarmu
Justru banyak yang mengintaiku dari belakang

Mereka mengendap diam - diam
Untuk mencari selah lengah
Dan menerkam mangsa secepat yang mereka bisa
Tapi aku melarikan diri kearahmu
Dan kau pun berpaling
Jauh dan jauh
Tak mampu kulihat byangnya
Krna sudah termakan oleh bara
Terbakar habis oleh tumpuan gerah
Yang terasah nodanya resah gelisah

Masalahnyaa
Adalah aku tak sanggup berhenti mencari
Sampai kapan engkau menjadi sang putri malu
Yang mengharap pangeranmu datang lalu membangunkanmu
Apalah yang kau carii..?
Apalah yang kau perlu bukti?
Klau cinta tak mampu cukupkanmu,,
Maka aku tak tahu lagi...

Dirga Alcantara, 26 September 2013, 22.10